Vaksin Influensa Penangkal Penyebaran Flu Burung
March 29th, 2011
Aliyah
Wabah flu burung yang mulai terjadi pada tahun 2003 telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia dan berbagai pihak lain untuk berusaha menemukan vaksin penangkalnya. Berdasarkan laporan WHO, hingga pertengahan 13 Januari 2011 masih terjadi kasus flu burung di dunia, kali ini terjadi di Mesir.
Ternyata wabah penyakit ini masih saja mengancam kesehatan manusia, meskipun telah ada langkah yang dilakukan oleh hampir semua negara di dunia untuk mengatasi dan mencegahnya. WHO telah merekomendasikan vaksin influensa untuk mencegah penularan flu burung, dan setiap tahunnya WHO melakukan dua kali evaluasi terhadap komposisi vaksin tersebut untuk menguji kemampuannya menangkal penyakit yang berbahaya dan mampu menimbulkan kematian ini. Selain itu karena obat flu yang telah ada selama ini tidak mampu mengatasinya.
Food and Drugs Administration of United States of America telah menyetujui penggunaan vaksin influensa H5N1 yang diproduksi oleh perusahaan Sanofi Pasteur pada 17 April 2007 berdasarkan uji klinis laboratorium. Penelitian ini memiliki visi utama untuk mendeteksi dan meminimalkan resiko dari vaksin wabah influensa, serta untuk memaksimalkan manfaatnya bagi kondisi wabah. Vaksin ini aktif untuk digunakan oleh orang dengan rentang usia 18-64 tahun.
Vaksin ini berupa suspensi yang harus diberikan dengan suntikan intramuskular, terutama pada bagian lengan atas orang dewasa. Setiap 1 ml vaksin ini, mengandung 90 mikrogram hemaglutinin virus influensa tipe A (berasal dari Vietnam) yang telah dilemahkan. Hemaglutinin adalah protein yang terdapat pada permukaan virus yang membuat virus dapat mengikatkan dirinya pada sel darah merah seseorang yang terinfeksi.
Meskipun tidak diketahui secara pasti kinerjanya terhadap tubuh manusia, tetapi vaksin ini mampu menginduksi antibodi seseorang terhadap hemaglutinin virus yang terdapat dalam vaksin, sehingga ketika kemudian virus flu burung masuk akan terhalangi atau tidak dapat mengikat dirinya pada sel epitel pernafasan orang tersebut. Studi yang dilakukan pada vaksin influensa ini menunjukkan bahwa 50% dari sejumlah orang yang mendapatkan vaksinasi memiliki ketahanan terhadap penyakit flu burung. Meskipun demikian, penggunaan vaksin ini menimbulkan efek samping seperti diare, Guillain-Barré Syndrome, dan reaksi alergi pasca vaksinasi.
Di sisi lain keberhasilan vaksin juga ditunjukan oleh hasil riset di Hunggaria dan Inggris. Penelitian dilakukan terhadap sejumlah orang dewasa sehat dan juga beberapa orang yang berusia tua. Mereka mendapatkan 3,5 hingga 12 mg vaksin. Selama pengamatan terjadi rasa nyeri, demam, dan kelelahan pasca vaksinasi. Hasil akhirnya, vaksin influensa aman dan efektif digunakan untuk mencegah flu burung. Dan menyimpulkan bahwa vaksin influensa merupakan pendekatan yang paling efektif untuk meminimalkan penyebaran dan kematian akibat pandemi flu burung.
Fakta lain adalah bahwa dari sejumlah riset, vaksin influensa dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik serta bersifat immunogenic yaitu mampu mendorong tubuh seseorang untuk dapat menghasilkan respon imun yang aman. Dan pada 26 April 2007 di Jenewa, WHO merekomendasikan vaksin influensa sebagai cara global untuk mencegah penularan flu burung di banyak negara. Sementara di Indonesia pada tahun 2009 juga telah dikembangkan riset oleh Departemen Kesehatan untuk memproduksi vaksin flu burung.
Sementara itu, untuk mengatasi penularan flu burung pada hewan vaksin influensa terbukti bekerja meskipun belum maksimal. Dari hasil penelitian di Universitas Pittsburg diperoleh hasil bahwa vaksin ini mampu mengisolasi virus yang masuk ke dalam saluran pernafasan hewan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang kompleks pada hewan terinfeksi dan terhindar dari kematian.

One Response to “Vaksin Influensa Penangkal Penyebaran Flu Burung”
apakah vaksinx sdh diperjual belikan
By toni on Apr 4, 2011