<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fluburung.org</title>
	<atom:link href="http://fluburung.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fluburung.org</link>
	<description>Waspadai Demam Tinggi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jul 2008 04:11:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Program Pemerintah tentang Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/aksi-pemerintah-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/aksi-pemerintah-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program Pemerintah tentang Flu Burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[
Mengembangkan pesan-pesan yang utama tentang flu burung dan menyebarkan pesan tersebut melalui berbagai media massa dan materi informasi lainnya seperti poster dan brosur untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dengan materi informasi dan edukasi tersebut sehingga diharapkan masyarakat dapat mengubah perilaku untuk mengurangi penyebaran flu burung dan resiko yang mengenai pada manusia itu sendiri.
Penelitian
Melakukan penelitian operasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-13 alignleft" style="float: left;" title="tanggaplogo" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2008/06/tanggaplogo.jpg" alt="\" width="112" height="105" />Program Pemerintah tentang Flu Burung</strong></p>
<p>Program pengendalian Flu Burung di Indonesia didukung oleh bantuan USAID yang memegang peranan penting secara keseluruhan. Bantuan dana sebesar 42,88 juta US Dollar telah dicairkan untuk mencegah dan mengendalikan flu burung di Indonesia sejak tahun 2005. Adapun program yang dijalankan adalah :</p>
<p><strong>Persiapan dan Pengendalian Flu Burung</strong></p>
<p>Membentuk program pengendalian berbasis masyarakat yang diberi nama Community-Based Avian Influenza Control <strong>(CBAIC)</strong>, yang memprakarsai dan mengkoordinasi berbagai kegiatan di sektor dan tingkatan pemerintahan. Contoh kegiatannya adalah melatih para coordinator Flu Burung di desa-desa untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala awal flu burung.</p>
<p><strong>Mengawasi dan Menangani Flu Burung</strong></p>
<p>Membangun dan Melaksanakan kegiatan pengawasan unggas secara aktif, dengan melatih petugas kesehatan hewan dan melengkapinya dengan keterampilan pengawasan dan pengendalian penyakit, serta melengkapinya dengan peralatan yang sesuai untuk dapat melakukan aktivitas lapangan.</p>
<p>Selain itu juga bekerjasama dengan LSM lokal untuk menyebarkan informasi pencengahan, pengawasan dan pelaporan penanggulangan Flu Burung ke desa-desa, dan melatih sukarelawan desa untuk turut serta melakukan usaha pencegahan flu burung dengan menyebarkan informasi ke masyarakat supaya dapat mengubah kebiasaan atau perilaku yang mungkin berbahaya.</p>
<p><strong>Mengawasi Perkembangan Influenza pada Manusia</strong></p>
<p>Berupaya supaya pasien suspek flu burung mendapatkan penanganan yang tepat dengan adanya konfirmasi dari kasus unggas yang dapat dideteksi dalam waktu kurang lebih 24 jam. USAID mendukung berdirinya NAMRU-2 di berbagai daerah untuk mengawasi perkembangan penyakit yang berbasis laboratorium terutama untuk daerah yang beresiko tinggi terkena flu burung.</p>
<p><strong>Penyuluhan melalui Perubahan perilaku</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-14 aligncenter" title="brosur" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2008/06/brosur-300x135.jpg" alt="\" width="300" height="135" /></p>
<p>Mengembangkan pesan-pesan yang utama tentang flu burung dan menyebarkan pesan tersebut melalui berbagai media massa dan materi informasi lainnya seperti poster dan brosur untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dengan materi informasi dan edukasi tersebut sehingga diharapkan masyarakat dapat mengubah perilaku untuk mengurangi penyebaran flu burung dan resiko yang mengenai pada manusia itu sendiri.</p>
<p><strong>Penelitian</strong></p>
<p>Melakukan penelitian operasional dengan bekerja sama dengan ILRI (International Livestock Research Institute) untuk menemukan cara penanggulangan yang efektif demi menanggulangi dampak flu burung di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/aksi-pemerintah-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/pengobatan-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/pengobatan-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengobatan Flu Burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pengobatan
Penanganan flu burung dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI. 
Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2, pertama adalah obat seperti amantadine dan rimantadine yaitu ion channel (M2) blocker, yang menghalagi aktivitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengobatan</p>
<p>Penanganan flu burung dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian <strong>obat flu seperti Tamiflu</strong> atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI. </p>
<p>Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2, pertama adalah obat seperti <strong>amantadine dan rimantadine</strong> yaitu ion channel (M2) blocker, yang menghalagi aktivitas ion channel dari virus flu jenis A dan bukan jenis B sehingga aliran ion hydrogen dapat diblok dan virus tidak dapat berkembang biak.</p>
<p>Sayang sekali bahwa jenis obat yang pertama ini dapat memicu tingkat resistensi virus terhadap zat obat, sehingga di hari ke 5 hingga ke 7 setelah konsumsi obat, 16-35% dari <strong>virus akan resisten</strong> karena adanya mutasi pada protein M2 pada virus. Oleh karena itu, obat jenis ini tidak dijual bebas di sembarang apotik, meskipun dengan pemberian resep dokter, karena dikhawatirkan kesalahan pemberian obat dapat menimbulkan munculnya jenis virus baru yang lebih ganas dan kebal terhadap obat ini.</p>
<p>Jenis obat yang kedua adalah <strong>Neurimidase (NA) inhibitor,  jenis seperti Zanamivir dan Oseltamivir</strong>, dengan protein NA-nya yang berfungsi melepaskan virus yang bereplikasi di dalam sel, sehingga virus tidak dapat keluar dari dalam sel. Virus ini nantinya akan menempel di permukaan sel saja dan tidak akan pindah ke sel yang lain. Jenis obat yang kedua ini tidak menimbulkan resisten pada tubuh virus seperti jenis pada ion channel blocker. </p>
<p>Hingga sekarang peneliti telah berusaha keras untuk menciptakan jenis vaksin yang dapat mengantisipasi pandemik virus H5N1, namun karena virus ini selalu bermutasi maka dirasa penciptaan vaksin yang efektif tidak dapat cukup kuat melawan jenis virus H5N1 yang sekarang walaupun dirasa dapat efektif untuk mengantisipasi jenis baru yang akan muncul.</p>
<p>Walaupun penelitian vaksin jenis baru sedang digalakkan, WHO mengatakan bahwa percobaan klinis virus jenis pertama haruslah tetap dilakukan sebagai langkah yang esensial untuk mengatasi pandemik yang mungkin akan terjadi. </p>
<p>Walaupun begitu, alangkah lebih baik jika masyarakat melakukan pencegahan dan melakukan beberapa tindakan yang benar untuk mengantisipasi serangan flu burung. Tak perlu panik dan berlebih, hanya perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Gunakan pelindung</strong> (Masker, kacamata renang, sarung tangan) setiap berhubungan dnegan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas</li>
<li>Setiap hal yang berasal dari saluran cerna unggas seperti sekresi harus ditanam/dibakar supaya tidak menular kepada lingkungan sekitar</li>
<li>Cuci alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan</li>
<li>Kandang dan Sekresi unggas tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan</li>
<li>Memasak daging ayam dengan benar pada suhu 80 derajat dalam 1 menit dan membersihkan telur ayam serta dipanaskan pada suhu 64 derajat selama 5 menit.</li>
<li>Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.</li>
</ol>
<p><strong>Yang paling penting adalah :</strong></p>
<ol>
<li>Menjauhkan unggas dari pemukiman manusia untuk mengurangi kontak penyebaran virus</li>
<li>Segera memusnahkan unggas yang mati mendadak dan unggas yang jatuh sakit utnuk memutus rantai penularan flu burung, dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya. </li>
<li>Laporkan kejadian flu burung ke Pos Komando Pengendalian Flu Burung di nomor 021-4257125 atau dinas peternakan-perikanan dan dinas kesehatan daerah tempat tinggal anda. </li>
</ol>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/pengobatan-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala pada Manusia</title>
		<link>http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gejala pada Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Gejala pada Manusia
Virus Flu Burung yang pada awalnya diketahui hanya bisa menular antar sesama unggas, menciptakan mutasi baru yang dapat juga menyerang manusia. Mutasi virus ini dapat menginfeksi manusia yang berkontak langsung dengan sekresi unggas yang terinfeksi. Manusia yang memiliki resiko tinggi tertular adalah anak-anak, karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, pekerja peternakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gejala pada Manusia</p>
<p>Virus Flu Burung yang pada awalnya diketahui hanya bisa menular antar sesama unggas, menciptakan mutasi baru yang dapat juga menyerang manusia. Mutasi virus ini dapat menginfeksi manusia yang berkontak langsung dengan sekresi unggas yang terinfeksi. Manusia yang memiliki resiko tinggi tertular adalah anak-anak, karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas, serta pemilik unggas peliharaan rumahan. </p>
<p>Masa inkubasi virus adalah 1-7 hari dimana setelah itu muncul gejala-gejala seseorang terkena flu burung adalah dengan menunjukkan ciri-ciri berikut : </p>
<ol>
<li>Menderita ISPA</li>
<li>Timbulnya demam tinggi (&gt; 38 derajat Celcius)</li>
<li>Sakit tenggorokan yang tiba-tiba</li>
<li>Batuk, mengeluarkan ingus, nyeri otot</li>
<li>Sakit kepala</li>
<li>Lemas mendadak</li>
<li>Timbulnya radang paru-paru (pneumonia) yang bila tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabkan kematian</li>
</ol>
<p>Mengingat gejala Flu burung mirip dengan flu biasa, maka tidak ada yang bisa membedakan flu burung dan flu biasa. Jika ada penderita yang batuk, pilek dan demam yang tidak kunjung turun, maka disarankan untuk segera mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.</p>
<p>Penderita yang diduga mengidap virus Flu burung disebut penderita suspect flu burung dimana penderita pernah mengunjungi peternakan yang berada di daerah yang terjangkit flu burung, atau bekerja dalam laboratorium yang sedang meneliti kasus flu burung, atau berkontak dengan unggas dalam waktu beberapa hari terakhir.</p>
<blockquote><p>Kasus probable adalah kasus dimana pasien suspek mendapatkan hasil tes laboratorium yang terbatas hanya mengarah pada hasil penelitian bahwa virus yang diderita adalah virus jenis A, atau pasien meninggal karena pneumonia gagal.</p></blockquote>
<p>Sedangkan kasus kompermasi adalah kasus suspek atau probable dimana telah didukung dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan bahwa virus flu yang diderita adalah positif jenis H5N1, PCR influenza H5 positif dan peningkatan antibody H5 membesar 4 kalinya. </p>
<p>Namun, gejala yang dimunculkan oleh virus H5N1 ini berbeda-beda dimana ada kasus seorang anak laki-laki yang terinfeksi virus H5N1 yang mengalami diare parah dan diikuti dengan koma panjang tanpa mengalami gejala-gejala seperti influenza, oleh karena itu pemeriksaan secara medis penting dilakukan terutama bila mendapati timbulnya gejala penyakit yang tidak wajar. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penanganan Flu Burung pada Ternak</title>
		<link>http://fluburung.org/penanganan-flu-burung-pada-ternak.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/penanganan-flu-burung-pada-ternak.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penanganan Flu Burung pada Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[
Penanganan Flu Burung pada Ternak

Jika anda mendapati bahwa unggas ternak anda terjangkit flu burung, maka ada serangkaian tindakan  yang merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan terutama setelah anda melapor pada Dinas Kesehatan. Tindakan yang berjumlah 9 langkah itu adalah :

Meningkatkan keamanan biosekuriti
Melakukan vaksinasi terhadap unggas
Melakukan depopulasi atau pemusnahan terbatas di daerah yang tertular
Mengendalikan lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h2>Penanganan Flu Burung pada Ternak</h2>
</blockquote>
<p>Jika anda mendapati bahwa unggas ternak anda terjangkit flu burung, maka ada serangkaian tindakan  yang merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan terutama setelah anda melapor pada Dinas Kesehatan. Tindakan yang berjumlah 9 langkah itu adalah :</p>
<ol>
<li>Meningkatkan keamanan biosekuriti</li>
<li>Melakukan vaksinasi terhadap unggas</li>
<li>Melakukan depopulasi atau pemusnahan terbatas di daerah yang tertular</li>
<li>Mengendalikan lalu lintas keluar masuk unggas dan menghalangi masuknya unggas liar</li>
<li>Melakukan pengamatan dan penelurusan kembali bagaimana unggas bisa terkena flu burung</li>
<li>Mengisi kandang kembali</li>
<li>Memusnahkan keseluruhan unggas di daerah yang baru tertular</li>
<li>Meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahayanya virus flu burung</li>
<li>Melakukan monitor dan evaluasi</li>
</ol>
<p>Untuk melindungi ternak unggas anda supaya tidak terjangkit wabah flu burung, anda harus :</p>
<ol>
<li>Menjaga ternak supaya dalam kondisi baik, dengan menyediakan akses air bersih dan makanan yang memadai, kandang yang memadai, dan memberi ternak produk bebas cacing yang sudah diberi vaksin</li>
<li>Menjaga ternak supaya tetap berada dalam lingkungan yang terlindung</li>
<li>Memeriksa barang-barang yang masuk ke dalam peternakan</li>
</ol>
<blockquote><p>Ketika flu burung sudah merebak, maka yang harus anda lakukan untuk melindungi peternakan anda adalah :</p></blockquote>
<ol>
<li>Memelihara ternak di tempat yang terlindungi</li>
<li>Tidak membeli atau menerima hewan lagi di peternakan</li>
<li>Membatasi dan mengendalikan orang yang masuk ke peternakan</li>
<li>Bersihkan pekarangan, kandang, semua peralatan, sepeda motor dan barang-barang yang ada dikandang secara berkala</li>
<li>Jauhkan pupuk kandang dari kolam dan sumur</li>
</ol>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/penanganan-flu-burung-pada-ternak.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala Unggas Terinfeksi Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/gejala-unggas-terinfeksi-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/gejala-unggas-terinfeksi-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gejala Unggas Terinfeksi Flu Burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[
Ciri-ciri Flu Burung pada Unggas

Penularan flu burung yang dibawa oleh unggas liar kepada unggas ternak menjadi momok tersendiri oleh para peternak. Belum juga hilang bayangan ketakutan akan tertularnya diri sendiri dan keluarga oleh keganasan virus flu burung, peternak juga dibayangi kerugian akan matinya unggas-unggas peliharaan mereka. Sebelum flu burung menggemparkan dunia sejak ditemukan pada tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h2>Ciri-ciri Flu Burung pada Unggas</h2>
</blockquote>
<p>Penularan flu burung yang dibawa oleh unggas liar kepada unggas ternak menjadi momok tersendiri oleh para peternak. Belum juga hilang bayangan ketakutan akan tertularnya diri sendiri dan keluarga oleh keganasan virus flu burung, peternak juga dibayangi kerugian akan matinya unggas-unggas peliharaan mereka. Sebelum flu burung menggemparkan dunia sejak ditemukan pada tahun 1997 di Hong Kong, telah banyak penyakit muncul pada unggas yang di Indonesia sempat dikenal dengan penyakit New Castle dan Tetelo. Namun karena tidak menular kepada manusia, kedua penyakit tersebut tidak menjadi pandemik yang ditakutkan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2008/06/ayam_sakit.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-12 aligncenter" title="ayam_sakit" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2008/06/ayam_sakit-276x300.jpg" alt="\" width="276" height="300" /></a></p>
<p>Penyakit flu burung ditularkan baik ke sesama unggas ataupun spesies lainnya dan manusia melalui kotoran burung. Satu tetesan sekresi dari burung yang terinfeksi mengandung virus yang dapat membunuh 1 juta burung. Virus ini kemudian menempel pada berbagai media seperti sarana transprotasi ternak, peralatan kandang yang tercemar, pakan dan minuman unggas yang tercemar, pekerja di peternakan dan burung-burung liar.</p>
<p>Untuk mengenali unggas yang terinfeksi flu burung, anda dapat mengenali dari gejala klinis yang ditemukan pada unggas tersebut yaitu :</p>
<ol>
<li>Jengger dan pial yang bengkak dan berwarna kebiruan</li>
<li>Pendarahan yang rata pada kaki unggas berupa bintik-bintik merah (ptekhi) biasa disebut dengan kaki kerokan</li>
<li>Adanya cairan di mata dan hidung serta timbul gangguan pernafasan</li>
<li>Keluarnya cairan jernih hingga kental dari rongga mulut</li>
<li>Timbulnya diare berlebih</li>
<li>Cangkang telur lembek</li>
<li>Tingkat Kematian yang tinggi mendekati 100% dalam 2 hari hingga 1 minggu</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Segera laporkan pada Dinas Kesehatan jika anda mendapati unggas peliharaan anda mengalami cirri-ciri seperti yang disebutkan di atas.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/gejala-unggas-terinfeksi-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/dampak-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/dampak-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[dampak flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[
Dampak Flu Burung

Munculnya penyakit Flu burung menimbulkan dampak yang luar biasa terutama di bidang perekonomian di suatu Negara.
Kerugian di Industri peternakan menyebabkan hilangnya keuntungan milyaran rupiah yang dialami baik peternak ataupun Negara, terutama bagi Negara berkembang yang bergantung pada industri tersebut sebagai salah satu sumber pendapatannya.
Bayangkan saja dengan merebaknya virus flu burung, banyak masyarakat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h2>Dampak Flu Burung</h2>
</blockquote>
<blockquote><p>Munculnya penyakit Flu burung menimbulkan dampak yang luar biasa terutama di bidang perekonomian di suatu Negara.</p></blockquote>
<p>Kerugian di Industri peternakan menyebabkan hilangnya keuntungan milyaran rupiah yang dialami baik peternak ataupun Negara, terutama bagi Negara berkembang yang bergantung pada industri tersebut sebagai salah satu sumber pendapatannya.</p>
<p>Bayangkan saja dengan merebaknya virus flu burung, banyak masyarakat yang membatalkan mengkonsumsi daging ayam dan harga daging unggas menjadi turun. Dan jika penyakit semakin menyebar, maka pengendaliannya di suatu Negara makin sulit untuk dilakukan, dan pemerintah sudah pasti harus mengambil langkah yang agresif untuk mengendalikan penyakit dan menghindarkan untuk timbulnya banyak korban.</p>
<p>Selain itu penyakit ini telah menghabiskan dana milyaran dollar untuk penelitian dan persiapan untuk penanganan pandemic, lebih dari <strong>10 milyar dollar</strong> dikeluarkan untuk memusahkan unggas untuk menghindarkan mewabahnya H5N1.</p>
<p>Dibandingkan dengan AIDS yang membunuh 50 juta jiwa dalam jangka waktu 25 tahun, pandemic flu dapat membunuh 50 juta jiwa dalam waktu 25 minggu saja. Oleh karena itu banyak pihak yang khawatir serangan H5N1 akan separah serangan virus Flu Spanyol di awal tahun 1900an.</p>
<p>Namun, kekhawatiran yang berlebih seharusnya tidak terjadi, karena faktanya masih banyak orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia, tingkat kecelakaan yang tinggi masih membayangi di beberapa Negara berkembang dan juga beberapa penyakit lainnya yang mematikan seperti kanker, darah tinggi dan lain-lain.</p>
<p>Walaupun Flu Burung masih menjadi topik yang paling diperhatikan, tapi dengan pencegahan yang tepat yang dilakukan seluruh pihak, maka penyakit ini tidak akan menjadi pandemik yang menakutkan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/dampak-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Virus H5N1</title>
		<link>http://fluburung.org/virus-h5n1.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/virus-h5n1.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 02:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Virus H5N1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Virus H5N1
Virus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan.  Virus yang juga dikenal dengan A(H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas. 
Virus HPAI A (H5N1) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Virus H5N1</h2>
<blockquote><p>Virus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan.  Virus yang juga dikenal dengan A(H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas. </p></blockquote>
<p>Virus HPAI A (H5N1) pertama kali diketahui membunuh sekawanan ayam <strong>di Skotlandia</strong> pada tahun 1959, namun virus yang muncul pada saat itu sangat berbeda dengan virus H5N1 pada saat ini. Jenis dominan dari virus H5N1 yang muncul pada tahun 2004 berevolusi dari virus yang muncul pada tahun 2002 yang menciptakan gen tipe Z.</p>
<p>Virus H5N1 dibagi menjadi 2 jenis turunan, turunan yang pertama adalah virus yang menginfeksi manusia dan burung yang ada di Vietnam, Thailand, Kamboja dan burung yang ada di Laos dan Malaysia. Jenis turunan pertama ini tidak menyebar ke daerah lain.</p>
<p>Sedangkan yang turunan jenis 2 dikenali dari burung yang ada di <strong>China, Indonesia, Jepang, dan Korea Utara</strong> yang kemudian menyebar ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Virus jenis turunan ke 2 ini adalah virus yang menjadi penyebab infeksi ke manusia yang terjadi dalam kurun waktu 2005-2006 di berbagai Negara. Analisa genetik yang telah dilakukan membuktikan bahwa ada 6 jenis subklas dari turunan jenis ke 2, yang 3 diantaranya tersebar dan menginfeksi manusia di Negara-negara berikut ini :</p>
<blockquote><p><strong>Subklas 1 : Indonesia</strong></p>
<p><strong>Subklas 2 : Eropa, Timur Tengah dan Afrika</strong></p>
<p><strong>Subklas 3 : China</strong></p></blockquote>
<p>H5N1 sebenarnya adalah jenis virus yang menyerang reseptor galactose yang ada pada hidung hingga ke paru-paru pada unggas yang tidak ditemukan pada manusia, dan serangan hanya terjadi disekitar alveoli yaitu daerah daerah di paru-paru dimana oksigen disebarkan melalui darah. Oleh karena itu virus ini tidak gampang disebarkan melalui udara saat batuk atau bersin seperti layaknya virus flu biasa. </p>
<p>Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1997, peneliti menemukan bahwa v<strong>irus H5N1 terus berevolusi</strong> dengan melakukan perubahan di zat antigen dan struktur gen internal yang kemudian dapat menginfeksi beberapa spesies yang berbeda.</p>
<p>Virus yang pertama kali ditemukan di Hongkong pada tahun 1997 dan 2001 tidak mudah ditularkan dari burung satu ke lainnya dan tidak menimbulkan penyakit yang mematikan pada beberapa binatang. Namun pada tahun 2002, jenis baru virus H5N1 muncul, dikenal dengan virus H5N1 tipe gen Z yang menjadi tipe gen dominan, yang menyebabkan penyakit akut pada populasi burung di Hongkong, termasuk disfungsi neurologi dan kematian pada bebek dan jenis unggas lainnya.</p>
<p>Virus dengan tipe gen inilah yang menjadi epidemic di Asia Tenggara yang menyebabkan kematian jutaan ekor ayam dan dari 2 sub klas yang tercipta akibat mutasi virus yang selalu berubah telah menimbulkan korban ratusan manusia yang meninggal dunia. Mutasi yang terjadi dari jenis virus ini meningkatkan patogen virus yang dapat memperparah serangan virus ke berbagai spesies dan ditakutkan nantinya mampu menularkan virus dari manusia ke manusia lainnya. Mutasi tersebut terjadi di dalam tubuh burung yang menyimpan virus dalam jangka waktu lama di dalam tubuhnya sebelum akhirnya meninggal akibat infeksi. </p>
<p>Mutasi yang terjadi pada virus H5N1 merupakan karakteristik jenis virus influenza, dimana virus tersebut mampu mengkombinasikan jenis 2 jenis virus influenza yang berbeda yang berada dalam 1 jenis reseptor pada saat yang bersamaan.</p>
<p>Kemampuan virus untuk bermutasi menghasilkan jenis yang mampu menginfeksi berbagai jenis spesies adalah karena adanya variasi yang ada di dalam gen hemagglutinin. Mutasi genetik dalam gen hemaglutinin menyebabkan perpindahan asam amino yang pada akhrinya dapat mengubah kemampuan protein dalam hemagglutinin untuk mengikat reseptor dalam permukaan sel.</p>
<p>Mutasi inilah yang dapat mengubah virus flu burung H5N1 yang tadinya tidak dapat menginfeksi manusia menjadi dapat dengan mudah menular dari unggas ke manusia. Oleh karena itu peneliti sekarang sedang giat-giatnya mencoba memahami sifat virus ini dan berusaha melakukan rekayasa genetika dengan memasukkan 2 asam amino virus flu spanyol H1N1 ke dalam hemaglutinin H5N1 sehingga nantinya virus H5N1 tidak menjadi pandemik yang membahayakan manusia seperti yang terjadi pada wabah tahun 1918.</p>
<p>Penelitian itu membuahkan hasil yang menggembirakan dimana objek penelitian dapat tetap sehat meskipun ditempatkan dalam 1 ruangan bersama objek yang sakit. </p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/virus-h5n1.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Virus Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/jenis-virus-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/jenis-virus-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 02:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jenis Virus Flu Burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[
JENIS VIRUS FLU BURUNG
Virus yang menyebabkan penyakit flu burung adalah salah satu jenis dari family Orthomyxoviridae, yang terdiri dari Tipe A yang menyerang unggas, B yang menyerang babi dan C yang menyerang mamalia dan juga manusia. Namun dalam perjalanan mutasinya, virus jenis A ini juga menular ke manusia.
Virus tipe A ini memiliki antigen H (Hemaglutinin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br />
<h2>JENIS VIRUS FLU BURUNG</h2>
<blockquote><p>Virus yang menyebabkan penyakit flu burung adalah salah satu jenis dari family Orthomyxoviridae, yang terdiri dari Tipe A yang menyerang unggas, B yang menyerang babi dan C yang menyerang mamalia dan juga manusia. Namun dalam perjalanan mutasinya, virus jenis A ini juga menular ke manusia.</p></blockquote>
<p>Virus tipe A ini memiliki antigen H (Hemaglutinin = HA) sebanyak 16 pasang, yaitu H1-H16 dan 9 antigen N (Neuraminidase = NA), yaitu N1 – N9 yang dapat berubah-ubah bentuk. <strong>Virus tipe A paling ganas</strong> yaitu H5N1 yang juga terbukti dapat menular dari unggas ke manusia ternyata juga dapat menular ke singa, harimau dan kucing rumahan yang diberi makan daging unggas mentah yang terkontaminasi virus tersebut.</p>
<p>Variasi gabungan jenis antigen H dan N pada virus tipe A menghasilkan jenis virus : <strong>H5N1, H7N2, H1N7, H7N3, H13N6, H5N9, H11N6, H3N8, H9N2, H5N2, H4N8, H10N7, H2N2, H8N4, H14N5, H6N5, H12N5 dan sebagainya.</strong> Beberapa penyakit influenza pada hewan adalah : Swine Flu atau flu pada babi yang disebabkan oleh virus H1N1, H1N2, H3N1 dan H3N2, Flu Kuda yang sempat muncul pada tahun 1956 yang disebabkan oleh virus H7N7 dan H3N8, Flu anjing yang menyerang Florida pada tahun 2004. </p>
<p>Pendemik virus influenza telah menyerang manusia sejak tahun 1918 yang menyebabkan penyakit Flu Spanyol yang dalam waktu beberapa bulan saja telah menelan lebih dari 100 juta korban, jauh lebih banyak daripada korban perang dunia ke II. Dari beberapa kasus flu yang menyerang manusia selama beberapa dekade terakhir, hanya ada 16 jenis virus yang terbukti berasal dari manusia dan sisanya adalah jenis virus yang bermutasi dari virus influenza jenis A yang menyerang unggas. Pandemik pada tahun 1918 tersebut terbukti juga berasal dari virus yang menyerang unggas. </p>
<p>Jenis-jenis lainnya adalah :</p>
<ol>
<li><strong>H1N1,</strong> menyebabkan endemik di babi dan manusia, virus inilah yang menyebabkan flu spanyol yang menelan lebih dari 100 juta orang. </li>
<li><strong>H2N2</strong>, menyebabkan wabah Flu Asia yang menelan 4 hingga 5 juta korban pada tahun 1957 di China dan juga wilayah sekitarnya.</li>
<li><strong>H3N2</strong>, yang menyebabkan infeksi pernafasan pada manusia dan babi. Virus ini merenggut nyawa 750.000 orang dengan penyakit yang disebut Hongkong Flu pada tahun 1968. Virus ini juga menjadi buah bibir yang merenggut nyawa beberapa anak di Amerika pada tahun 2003. </li>
<li><strong>H5N1</strong>, saat ini merupakan virus flu burung terganas yang sudah menyebabkan 272 orang meninggal di seluruh dunia. Virus ini dikhawatirkan menjadi pandemik saat nantinya dapat menular dari manusia ke manusia. Contoh kasus itu telah terbukti menimpa pada keluarga di Tangerang, yang untungnya tidak sampai menyebar ke wilayah lainnya</li>
<li><strong>H1N2</strong>, merupakan endemik bagi manusia dan babi. Tipe H1N2 dihasilkan dari susunan virus H1N1 dan H3N2 dimana protein hemaglutinin virus ini mirip dengan jenis H1N1 dan Neuraminidase proteinnya mirip dengan virus jenis H3N2. </li>
<li><strong>H7N7</strong>, adalah virus yang menyerang binatang namun memiliki karakteristik yang tidak biasa. Virus ini menimbulkan korban di Belanda sebanyak 89 orang namun yang meninggal hanya 1 orang saja. </li>
<li><strong>H9N2</strong>, adalah virus pathogen rendah dari virus jenis A yang menyerang unggas. Korban berjumlah 3 orang anak bertempat tinggal di Hongkong dan China, dan ketiganya dapat sembuh total.</li>
<li><strong>H7N2</strong>, menimbulkan 2 orang korban di New York dan Virginia di sekitar tahun 2003 dan 2002 yang keduanya dapat disembuhkan</li>
<li><strong>H7N3</strong>, menyerang amerika Utara pada tahun 2004 di daerah British Coloumbia. 18 peternakan telah diselamatkan dari serangan dan penyebaran virus dan 2 kasus telah diatasi. Kasus penyakit yang muncul memiliki gejala seperti flu, dan korban dapat diselamatkan</li>
<li><strong>H10N7</strong>, pertama kali dilaporkan dapat menginfeksi manusia setelah ditemukan kasus 2 balita di Mesir pada tahun 2004 yang terkena virus tersebut. </li>
</ol>
<p>Semua jenis virus jenis A yang ada di dunia dan menjadi pandemik saat ini ditengarai merupakan hasil mutasi dari jenis virus H1N1 yang menjadi wabah Flu Spanyol, dimana virus ini akhirnya ditunjuk sebagai ibu dari semua jenis virus tipe A.</p>
<p>Virus H1N1 yang pada saat itu menular dari unggas ke unggas terbukti dapat berubah dan menular dari manusia ke manusia hingga menyebabkan timbulnya korban yang sangat banyak. Ditakutkan fenomena ini akan dapat ditimbulkan oleh virus H5N1.</p>
<p>Perubahan mutasi virus sering terjadi pada tubuh babi dimana babi selalu berfungsi sebagai mixing vessel dari beberapa jenis virus yang berbeda, yang memegang peranan penting dalam proses evolusi virus influenza. Virus dari unggas dapat menular ke tubuh babi dan menghasilkan virus yang mirip dengan virus flu manusia.</p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/jenis-virus-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Virus Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/virus_flu_burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/virus_flu_burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 02:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vetenarian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Virus Flu Burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Penyebaran Virus
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Sejarah Penyebaran Virus</h2>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-15 aligncenter" title="Flu burung berbahaya" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2008/06/avian.jpg" alt="\" width="228" height="223" /></p>
<blockquote><p>Flu burung, atau yang juga disebut Avian Flu, sentak menyita perhatian semua pihak di seluruh dunia. Kecepatan virus yang menyebar dimana-mana dan kemampuannya bermutasi dengan cepat sehingga mampu menyerang baik hewan dan manusia menimbulkan kekhawatiran akan keganasan virus yang dapat menyebabkan kematian. Saat ini Flu Burung diketahui telah menyerang hampir seluruh Negara di Asia, Belanda, Rusia, Australia, Itali, Chile, Meksiko, Belanda, Belgia dan Jerman serta Amerika dan saat ini merambah Afrika.</p></blockquote>
<p>Sebenarnya kasus flu burung telah muncul sejak tahun <strong>1878</strong> di Italia, dimana pada saat itu banyak ditemukan unggas yang mati mendadak. Namun penyebab matinya unggas tersebut baru diketahui pada tahun <strong>1955</strong> yang ternyata adalah virus influenza. Pada awalnya virus ini dikenal tidak berbahaya karena tidak dapat menyerang spesies lain termasuk manusia karena perbedaan jenis reseptor virus, namun setelah ditemukan bahwa flu yang menyerang unggas ini juga menyerang 2 anak laki-laki pada tahun 1997 di Hongkong dan menyebar ke seluruh Asia, serentak kasus flu burung menjadi pandemik yang mengkhawatirkan semua pihak di dunia.</p>
<p>Tiongkok, lagi-lagi ditunjuk sebagai Negara tempat asal muasal dimana virus yang menyerang unggas ini dapat bermutasi menyerang manusia. Propinsi Guandong diketahui merupakan sumber asal timbulnya keturunan virus Flu burung paling ganas yang kemudian menyebar secara internasional. Penemuan ini dihasilkan dari penelitian yang mencari rentetan genetik virus yang disimpan dalam Bank gen, sebuah akses umum yang menyimpan sumber data informasi genetika. Dari hasi kerangka model pohon, diketahui virus dari Tiongkok merupakan versi dasar virus yang diteliti dan diambil dari beberapa kasus flu burung di seluruh dunia. Besarnya peternakan unggas di Tiongkok dan minimnya pengetahuan serta kedekatan jarak antara tempat tinggal peternak dan kandang menjadi salah satu faktor yang memicu cepatnya mutasi dan penyebaran virus ini.</p>
<p>Propinsi lainnya yang diduga menjadi daerah tempat penyebaran virus lain adalah propinsi Qinghai yang berada di sebelah barat laut Tiongkok. Penyebaran virus ini sangat cepat terutama di Negara-negara sekitar seperti Indochina, India, Asia Tenggara dan juga benua Eropa. Namun di Negara-negara tersebut <strong>virus mematikan H5N1</strong> terbukti tidak menyebar kemana-mana dan hanya menjangkiti daerah tersebut.</p>
<p>Virus flu burung dapat dengan mudah tersebar dan untuk wilayah dimana terdapat banyak peternakan unggas resiko terjangkit penyakit ini menjadi lebih besar. Penyebarannya dari Negara satu ke Negara lainnya diketahui disebarkan oleh migrasi burung liar dimana virus berpindah dari tetesan sekresi burung yang terinfeksi yang mengenai peternakan unggas komersial dan juga lingkungan disekitarnya. Resikonya menjadi lebih besar bilamana peternakan tersebut berada di alam terbuka dimana burung liar atau unggas domestik dapat dengan mudah bergabung dan mencemari sumber air/makanan dengan tetesan sekresi yang terinfeksi virus flu burung. Selain itu pasar burung yang becek serta kondisi sanitasi yang tidak baik dapat menjadi kondisi yang pas untuk penyebaran penyakit.</p>
<p>Virus yang hidup dalam tubuh burung yang terinfeksi dikeluarkan dalam jumlah yang besar lewat tetesan sekresi burung yang dapat mencemari debu dan tanah tempat mereka singgah atau tinggal. Virus itu kemudian berterbangan di udara dan dihirup oleh burung lain sehingga menyebabkan burung tersebut terinfeksi. Virus ini juga dapat terbawa oleh kaki dan badan hewan serta tubuh serangga yang berfungsi sebagai perantara penyebaran.</p>
<p>Tikus dan lalat serta hewan yang tinggal di tempat yang kotor merupakan vector mekanis utama penyebaran virus flu burung. Pada manusia, virus dapat disebarkan saat manusia bersentuhan dengan sekresi burung yang terinfeksi. Virus dapat menempel di peralatan, <a title="mobil, motor," href="http://duniabengkel.com" target="_blank">kendaraan</a>, pakan dan kandang serta pakaian yang nantinya berpindah dari satu lahan peternakan ke yang lain. Virus yang menempel ini dapat menginfeksi manusia saat tidak sengaja menghirup atau tertelan ke dalam tubuh.</p>
<p>Virus ini juga masih dapat hidup dalam daging unggas yang tidak dimasak dengan benar dan menginfeksi manusia kala memakan daging yang mengandung virus tersebut. Virus flu burung dapat hidup pada suhu dingin, dan kotoran yang terkontaminasi selama 3 bulan. Virus dapat bertahan dalam air selama 4 hari dengan suhu 22 derajat celcius dan lebih dari 30 hari di suhu 0 derajat. Dalam 1 gram kotoran yang terkontaminasi, terdapat virus yang dapat menyerang 1 juta burung.</p>
<p>Flu burung menyebar dari satu Negara ke Negara lainnya melalui perdagangan hewan ternak yang masih hidup, migrasi burung dan burung air. Infeksi virus yang dibawa oleh mereka hanya menyebabkan pengaruh yang kecil bagi tubuh mereka tapi dapat dengan mudah ditularkan melalui tetesan sekresi sekali saja dalam penerbangan yang sangat jauh.</p>
<p>Di Indonesia, pada rentang jarak antara bulan Oktober 2003 hingga Februari 2005, virus flu burung telah merenggut nyawa 60 orang dan mematikan 14,7 juta ekor ayam. Penyebarannya di Indonesia ditengarai diawali dari kabupaten Indramayu dimana di kabupaten tersebut kerap menjadi lalu lintas migrasi jutaan burung terutama saat perpindahan musim. Kepulauan rakit, yaitu pulau Rakit Utara, Pulau Gosong, dan Pulau Rakit Selatan adalah tempat beristirahatnya burung-burung dari Australia dan Eropa yang bermigrasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/virus_flu_burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
