<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fluburung.org</title>
	<atom:link href="http://fluburung.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fluburung.org</link>
	<description>Waspadai Demam Tinggi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 09:23:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Flu Burung dan Flu Babi</title>
		<link>http://fluburung.org/flu-burung-dan-flu-babi.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/flu-burung-dan-flu-babi.asp#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 08:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elwiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Varian dan Jenis Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Flu burung pernah menjadi pandemik atau wabah yang menyebar sangat cepat di beberapa kawasan di Asia beberapa tahun yang lalu. Kehebohan yang ditimbulkan cukup merepotkan pemerintah dan meresahkan masyarakat. Tidak lama berselang, muncul pula jenis flu lain yang tidak kalah menghebohkan yaitu flu babi. Pertanyaannya sekarang adalah apa perbedaan di antara kedua jenis flu tersebut? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-115" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="flu babi" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/07/flu-babi.jpg" alt="flu babi" width="191" height="200" /><strong>Flu burung</strong> pernah menjadi pandemik atau wabah yang menyebar sangat cepat di beberapa kawasan di Asia beberapa tahun yang lalu. Kehebohan yang ditimbulkan cukup merepotkan pemerintah dan meresahkan masyarakat. Tidak lama berselang, muncul pula jenis flu lain yang tidak kalah menghebohkan yaitu <em>flu babi</em>. Pertanyaannya sekarang adalah apa perbedaan di antara kedua jenis flu tersebut?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang sangat signifikan dalam kedua jenis flu ini. Baik <a title="Asal Mula Wabah Flu Burung" href="http://fluburung.org/asal-mula-wabah-flu-burung.asp">flu burung</a> dan flu babi, keduanya disebabkan oleh jenis virus dari famili yang sama yaitu Orthomyxoviridae, lebih tepatnya dari jenis-jenis virus influenza tipe A. Virus flu burung dan flu babi yang dapat menulari manusia berasal dari jenis yang sama, namun memiliki rangkaian gen yang berbeda atau mutasi pada bagian gen yang berbeda. Perbedaan materi genetik inilah yang menyebabkan perbedaan reaksi tubuh manusia, yaitu di antara individu-individu yang terserang penyakit flu burung atau flu babi. <strong>Perbedaan flu burung dengan flu babi</strong> di alam adalah jenis hewan yang secara alami akan ditulari oleh virus-virus influenza tipe A. Dalam keadaan normal, virus flu burung hanya akan dapat menyerang burung atau unggas, demikian pula flu babi hanya dapat menyerang babi atau anjing.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara-negara subtropis, flu babi sering menyerang babi-babi di peternakan dan hal ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para peternak. Hal yang cukup menarik untuk menjadi perhatian adalah, babi-babi yang terinfeksi tersebut tidak hanya dapat memperoleh virus dari sesama spesiesnya namun ternyata juga dapat ditulari oleh burung. Flu burung lebih banyak ditemukan menginfeksi unggas peternakan, dan bukan burung liar, terutama peternakan di kawasan Asia.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan virus-virus influenza tipe A dapat dilihat berdasarkan dua jenis protein yang terdapat pada selubung virus yaitu hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Kedua protein ini memiliki nomor-nomor tertentu yang menunjukkan tipe virus. Virus flu burung dikenal juga dengan nama H5N1, sedangkan virus flu babi dikenal dengan nama H1N1. Kedua jenis virus ini dapat menyerang manusia karena sistem imun manusia belum mengenal tipe virus-virus ini dengan baik. Selain <a title="Virus H5N1" href="http://fluburung.org/virus-h5n1.asp">Virus H5N1</a>, terdapat pula H2N3 yang ditemukan dapat menginfeksi bebek, juga H1N2 dan H3N1 yang ditemukan pada beberapa kasus flu babi.</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia memang memiliki kemungkinan untuk tertular kedua jenis flu ini dari kontak dengan burung atau babi. Namun, masyarakat kini sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir. Para ilmuwan telah berhasil membawa kabar baik bahwa hanya dengan menjaga kebersihan dan sanitasi tubuh dengan baik, penularan virus dari hewan-hewan ternak dapat dicegah secara efektif. Jagalah kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan setiap kali selesai melakukan kontak dengan hewan ternak serta gunakan masker dan sarung tangan karet. Para ilmuwan juga telah berhasil menemukan fakta bahwa penularan flu burung dan flu babi dari manusia yang terinfeksi ke manusia yang sehat sangatlah sulit terjadi karena sebenarnya virus-virus ini tidak begitu cocok dengan sel tubuh manusia sebagai inangnya. Meski demikian, virus-virus influenza tipe A biasanya memiliki kemampuan mutasi yang baik sebagai bentuk adaptasi terhadap sel inang dari spesies baru (dalam hal ini sel tubuh manusia), sehingga para ilmuwan merasa perlu untuk selalu waspada dan terus memantau perkembangan virus-virus ini di laboratorium. Mutasi virus bisa berakibat sangat fatal jika virus-virus flu ini bisa beradaptasi dengan sel tubuh manusia dan mengembangkan penyakit yang sangat mirip dengan influenza manusia, yang berarti virus-virus flu ini akan ditularkan dengan mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/flu-burung-dan-flu-babi.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>H3N2 dan H5N1</title>
		<link>http://fluburung.org/h3n2-dan-h5n1.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/h3n2-dan-h5n1.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 23:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elwiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Varian dan Jenis Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[virus H3N2]]></category>
		<category><![CDATA[virus h5n1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Jenis-jenis virus flu ada sangat banyak, namun virus-virus tersebut setidaknya menyebabkan tiga jenis penyakit yaitu flu biasa, flu burung dan flu babi. Terdapat tiga tipe virus flu secara garis besar yaitu: virus flu tipe A, B dan C. Virus flu tipe A secara alami akan menyerang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/04/H3N2-dan-H5N1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-81" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="H3N2 dan H5N1" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/04/H3N2-dan-H5N1.jpg" alt="" width="200" height="197" /></a>Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Jenis-jenis virus flu ada sangat banyak, namun virus-virus tersebut setidaknya menyebabkan tiga jenis penyakit yaitu flu biasa, flu burung dan flu babi. Terdapat tiga tipe virus flu secara garis besar yaitu: virus flu tipe A, B dan C. Virus flu tipe A secara alami akan menyerang spesies-spesies burung, virus flu tipe B menyerang manusia, sedangkan virus flu tipe C akan menyerang mamalia seperti anjing dan babi.</p>
<p>Dari tiga tipe virus flu tersebut, virus-virus yang dianggap paling berbahaya sebagian besar berasal dari <a title="influenza a virus" href="http://fluburung.org/influenza-a-virus.asp">virus flu tipe A</a>. Virus-virus flu tipe A mampu bermutasi dengan cepat dan ternyata dapat menular ke spesies lain seperti burung seperti babi, anjing, bahkan manusia. Virus-virus ini pernah menyebabkan wabah pada populasi manusia meliputi wabah flu Spanyol yang merebak di Spanyol tahun 1918, flu Hongkong pada tahun 1968, flu burung yang menghebohkan Cina dan beberapa negara di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) pada tahun 2004, dan flu babi tahun 2009.</p>
<p>Yang termasuk ke dalam virus flu tipe A, antara lain:</p>
<ul>
<li> Virus Flu Burung H5N1</li>
</ul>
<p>Huruf (H) dan (N) dalam nama virus-virus tipe A, secara berturut-turut, merupakan akronim dari hemagglutinin dan neuraminidase. Hemagglutinin dan neuraminidase adalah nama-nama protein yang menyelubungi virus-virus flu. Angka 5 dan 1 merupakan kode struktural yang menentukan posisi protein-protein tersebut.<br />
Virus H5N1 dapat menyerang unggas dan manusia. Virus ini pernah menyebabkan wabah flu burung pada manusia di tahun 2004 dan membunuh lebih dari 300 warga Cina di tahun tersebut. Virus H5N1 termasuk dalam golongan virus HPAI (highly pathogenic avian influenza) atau virus flu burung yang sangat mematikan. Virus ini merupakan virus yang endemik pada beberapa spesies unggas di kawasan Asia termasuk kawasan Asia Tenggara dan telah membunuh ratusan unggas di peternakan-peternakan Asia. Kini, para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin untuk manusia agar dapat melawan flu yang disebabkan virus tipe A.</p>
<ul>
<li> Virus-virus Flu Babi</li>
</ul>
<p>Virus-virus flu babi meliputi virus H3N1 dan H3N2. Kedua virus ini sebenarnya merupakan turunan dari virus yang secara alami menyerang unggas, namun karena kemampuan mutasi tertentu, kedua virus ini mampu menulari babi dan beberapa dapat menyerang manusia. Para pekerja di peternakan babi sangat beresiko untuk tertular virus H3N1 dan H3N1, namun orang yang mengkonsumsi daging babi yang telah dimasak dengan benar-benar matang tidak memiliki resiko tertular virus tersebut. Gejala flu babi pada manusia meliputi gejala flu biasa seperti bersin, batuk, demam, radang tenggorokan, sakit kepala dan sebagainya.<br />
Di negara-negara 4 musim, sekarang telah dikembangkan vaksin untuk babi di peternakan yang secara spesifik mampu melawan H3N2 dan setiap pengelola peternakan wajib memberikan vaksin ini pada seluruh babi yang akan dijual, diolah atau dikonsumsi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/h3n2-dan-h5n1.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Influenza A Virus</title>
		<link>http://fluburung.org/influenza-a-virus.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/influenza-a-virus.asp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 23:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Bachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Varian dan Jenis Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[influenza A]]></category>
		<category><![CDATA[virus flu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Flu merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza terhadap manusia ataupun hewan, diantaranya yaitu dari golongan orthomyxovirus. Penyakit ini dapat menular apabila terjadi kontak langsung antara penderita flu dengan orang lain. Cara penularannya biasa terjadi yaitu melalui media udara yang terhirup manusia melalui sistem pernapasan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/04/Influenza-A-Virus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-77" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Influenza A Virus" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/04/Influenza-A-Virus.jpg" alt="" width="200" height="193" /></a>Flu merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza terhadap manusia ataupun hewan, diantaranya yaitu dari golongan orthomyxovirus. Penyakit ini dapat menular apabila terjadi kontak langsung antara penderita flu dengan orang lain. Cara penularannya biasa terjadi yaitu melalui media udara yang terhirup manusia melalui sistem pernapasan. Misalnya saat bersin atau bisa juga saat batuk.</p>
<p>Virus merupakan makhluk hidup yang terdiri dari substansi asam nukleat yang diselimuti dengan protein. Berdasarkan jenis protein yang menyelubunginya, maka virus influenza dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Influenza A dan C biasanya cenderung menyerang manusia dan hewan, sedangkan influenza B hanya menyerang manusia. Diantara ketiganya, <strong>virus influenza A</strong> adalah jenis virus influenza yang paling berbahaya. Karena daya infeksi virus ini terhadap manusia dan hewan cenderung lebih ganas. Influenza A ini juga mampu menjadi hospes perantara penularan penyakit flu antara hewan dan manusia.</p>
<p>Influenza A mempunyai karakteristik dan sifat yang hampir sama dengan virus influenza yang lainnya. Diantaranya yaitu, virus ini mampu hidup di air dengan suhu 220C selama kurun waktu 4 hari dan dapat hidup lebih dari 30 hari pada lingkungan bersuhu 00C. Virus ini juga dapat hidup dalam tubuh manusia dan tinja unggas selama beberapa hari, namun virus ini dapat dimatikan dengan pemanasan selama 30 menit dengan suhu 600C.</p>
<p>Flu burung merupakan salah satu turunan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A. Setiap virus mempunyai peluang untuk melakukan mutasi genetis. Hal ini dapat terjadi karena dalam tubuh virus terdapat substansi asam nukleat yang mengandung materi genetik yang dapat mengalami mutasi. Mula-mula virus ini berasal dari unggas dan mamalia lainnya, kemudian oleh influenza A yang telah mengalami mutasi penyakit ditularkan kepada manusia. Dari sepuluh negara di Asia, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki persentasi korban <a title="virus flu burung" href="http://fluburung.org/virus_flu_burung.asp">flu burung</a> terbesar. Wabah penyakit ini dapat memakan banyak korban jiwa apabila tidak ditangani dengan cara yang benar.</p>
<p>Gejala awal jika terinfeksi oleh virus flu adalah demam, kepala terasa pusing, nafsu makan turun, sakit tenggorokan, serta rasa nyeri pada otot. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat serta menghindari kontak langsung dengan penderita flu. Bahwasannya, penyakit flu ini sangat mudah tertular apabila terjadi kontak langsung dengan penderita. Pengobatan dan pencegahan dapat juga dilakukan dengan pemvaksinan sebelum terjangkit influenza. Vaksin merupakan virus yang telah dilemahkan atau dimatikan. Pemberian vaksin akan merespon tubuh untuk membentuk antibodi untuk melawan virus yang sejenis dengan virus yang dipakai untuk membuat vaksin tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/influenza-a-virus.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Flu Burung Bisa Menyebar Lewat Udara?</title>
		<link>http://fluburung.org/apakah-flu-burung-bisa-menyebar-lewat-udara.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/apakah-flu-burung-bisa-menyebar-lewat-udara.asp#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 21:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusnu Iman Nurhakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penularan Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit flu]]></category>
		<category><![CDATA[virus flu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Penyebaran flu burung dapat terjadi melalui dua cara. Cara pertama, penyebaran flu burung lewat media jaringan hidup. Cara kedua, penyebaran lewat media benda-benda mati. Penyebaran pertama menggunakan jaringan hidup. Virus flu berada dalam keadaan aktif. Virus flu mula-mula menempel pada sel hidup. Kemudian inti virus flu melakukan penetrasi ke dalam sel. Inti virus flu berkembang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Flu-Burung-Bisa-Menyebar-Lewat-Udara.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-70" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Flu Burung Bisa Menyebar Lewat Udara" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Flu-Burung-Bisa-Menyebar-Lewat-Udara.jpg" alt="" width="200" height="188" /></a>Penyebaran flu burung</strong> dapat terjadi melalui dua cara. Cara pertama, penyebaran flu burung lewat media jaringan hidup. Cara kedua, penyebaran lewat media benda-benda mati. Penyebaran pertama menggunakan jaringan hidup. Virus flu berada dalam keadaan aktif.</p>
<p>Virus flu mula-mula menempel pada sel hidup. Kemudian inti virus flu melakukan penetrasi ke dalam sel. Inti virus flu berkembang biak di dalam sel hidup membentuk virus-virus baru. Selama pembentukan virus-virus baru, virus flu mengubah protein di dalam sel sebagai energi. Rusaknya protein sel tersebut yang menyebabkan unggas jadi terserang penyakit flu burung.</p>
<p>Proses ini begitu cepat menjangkiti antar sel dalam waktu singkat. Semua organ unggas menjadi tidak berfungsi. Akibatnya unggas yang terserang penyakit flu burng akan mati. Virus flu burung dapat dijumpai pada air liur, darah, tinja. Dengan tes anigen, virus flu burung di dalam bahan organik tersebut dapat diketahui oleh kita.</p>
<p>Saat bahan organik terpapar sinar matahari, bahan organik tersebut akan mengering. Pada suhu kamar, virus flu burung memasuki fase dorman. <a title="tipe tipe virus influenza" href="http://fluburung.org/tipe-tipe-virus-influenza.asp">Virus flu</a> seperti layaknya benda mati. Lapisan dinding terluar virus akan mengalami penebalan. Karena ukuran yang sangat mikroskopis, virus flu ini dapat menempel pada benda-benda mati. Benda-benda mati tersebut antara lain bulu unggas, air, angin. Selama virus flu burung pada fase dorman, virus ini tidak akan menjadi penyakit flu burung.</p>
<p>Penyebaran virus flu burung melalui udara dapat dibawa oleh burung dan angin. Perilaku burung pada musim-musim tertentu melakukan migrasi. Migrasi burung terjadi pada saat di bumi belahan utara memasuki musim dingin. Burung dari belahan bumi utara yang membawa virus dorman terbang ke daerah di belahan bumi selatan. Selama perjalanan burung ini menuju ke tempat tujuan akan singgah di tempat tertentu. Hal ini yang menyebabkan virus flu dapat tersebar luas.</p>
<p>Virus flu burung memiliki ukuran yang sangat kecil. Hal ini memudahkan virus ini terbawa oleh angin. Jangkauan angin dapat melintasi antar benua dan samudera.</p>
<p>Virus flu yang sudah menyebar lewat perantara burung dan angin akan masuk ke dalam jaringan hidup. Virus ini masuk melalui pernapasan, makanan dan minuman. Saat metabolisme unggas mengalami gangguan, virus ini masuk ke dalam jaringan hidup melalui saluran jaringan pengangkut. Lemahnya imunitas tubuh unggas mengakibatkan virus ini tidak bisa hancur. Virus flu mulai mengaktifkan inti virus. Saat itu juga unggas terserang penyakit flu burung. Siklus ini akan terjadi terus-menerus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/apakah-flu-burung-bisa-menyebar-lewat-udara.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Flu Burung dan SARS</title>
		<link>http://fluburung.org/perbedaan-flu-burung-dan-sars.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/perbedaan-flu-burung-dan-sars.asp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 21:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurhayati Budi Asih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ciri-Ciri Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[virus influenza]]></category>
		<category><![CDATA[wabah SARS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Flu burung dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah dua penyakit yang sama-sama disebabkan oleh virus. Secara umum kedua penyakit ini menpunyai gejala yang mirip, yaitu demam lebih dari 38˚C, batuk, pilek, dan mialgia. Namun ada beberapa hal yang membedakan kedua penyakit ini. Pertama, virus penyebab Flu burung disebabkan oleh virus influenza tipe A yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Perbedaan-Flu-Burung-dan-SARS.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-68" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Perbedaan Flu Burung dan SARS" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Perbedaan-Flu-Burung-dan-SARS.jpg" alt="" width="200" height="166" /></a>Flu burung dan SARS</strong> (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah dua penyakit yang sama-sama disebabkan oleh virus. Secara umum kedua penyakit ini menpunyai gejala yang mirip, yaitu demam lebih dari 38˚C, batuk, pilek, dan mialgia. Namun ada beberapa hal yang membedakan kedua penyakit ini.</p>
<p>Pertama, virus penyebab Flu burung disebabkan oleh <a title="berbagai riset tentang virus flu burung" href="http://fluburung.org/berbagai-riset-tentang-virus-flu-burung.asp">virus influenza tipe A</a> yang biasa mengenai unggas. Sedangkan SARS disebabkan oleh virus corona.</p>
<p>Kedua, penularan. Flu burung ditularkan dari unggas yang menderita flu burung ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia belum dapat dipastikan. Sedangkan SARS ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita SARS. Terlihat jelas bahwa SARS tidak menyerang dan ditularkan oleh organisme selain manusia.</p>
<p>Ketiga, manifestasi klinis. Manifestasi klinis flu burung terutama pada sistem respiratorik dari yang ringan sampai berat dan pada sistem pencernaan yang biasanya berupa diare. SARS mempunyai manifestasi yang lebih berat, tidak hanya manifestasi pada sistem respiratorik dan sistem pencernaan, tetapi juga dapat bermanifestasi pada darah, hati, sistem kardiovaskuler, sistem saraf.</p>
<p>Keempat, pemeriksaan penunjang diagnostik. Untuk flu burung, diagnosis ditegakkan dengan uji konfirmasi berupa kultur dan identifikasi virus H5N1, uji Real Time Nested PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk H5, dan uji serologi. Pemeriksaan lain yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium darah lengkap, pemeriksaan kimia, dan juga pemeriksaan radiologi. Untuk SARS, pemeriksaan spesifik SARS coronavirus yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan RT-PCR pada specimen dahak, feses, dan darah perifer pasien. Selain RT-PCR untuk mendeteksi SARS coronavirus juga dapat dilakukan deteksi antigen serum dan kultur virus. Gold standard untuk diagnosis SARS Coronavirus ini adalah deteksi antibody SARS Coronavirus dengan teknik Indirect Immunofluorescent Assay (IFA) dan Enzyme Immunoassay (EIA). Selain pemeriksaan yang spesifik, terdapat pemeriksaan non spesifik untuk SARS Coronavirus. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menilai kondisi tubuh pasien saat itu. Pemeriksaan radiologi dan laboratorium masuk dalam pemeriksaan yang non spesifik.</p>
<p>Kelima, Kriteria diagnostik. Kriteria diagnostik flu burung yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI terbagi menjadi empat kategori, yaitu: Pasien dalam Observasi, Kasus Suspek Avian Influenza H5N1 (Under Investigation atau Dalam Pengawasan), Kasus Probabel Avian Influenza H5N1, dan Kasus Konfirmasi Influenza A/H5N1. Sedangkan kkriteria diagnosis SARS ditetapkan oleh WHO pada tahun 2003. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut: demam tinggi dengan suhu lebih dari 38˚C, ada satu atau lebih keluhan pernapasan (termasuk batuk, sesak, dan kesulitan bernapas), disertai dengan satu atau lebih keluhan berikut:</p>
<ul>
<li>Kontak dekat dengan orang yang didiagnosis supek atau probabel SARS dalam 10 hari terakhir</li>
<li>Riwayat perjalanan ke rempat atau Negara yang terkena wabah SARS dalam 10 hari terakhir</li>
<li>Bertempat tinggal/pernah tinggal di tempat/Negara yang terjangkit wabah SARS</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/perbedaan-flu-burung-dan-sars.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Mula Wabah Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/asal-mula-wabah-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/asal-mula-wabah-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 20:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusnu Iman Nurhakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[asal flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[avian influenza]]></category>
		<category><![CDATA[wabah flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan avian influenza yang diberitakan oleh para peneliti sejak tahun 1980-an. Publikasi penemuan avian influenza masih terbilang terbatas dan tidak menarik perhatian publik. Publikasi ini berasal dari daratan negeri China. Hal ini yang memperkuat asal flu burung dari negeri tirai bambu. Saat itu flu burung hanya menyerang hewan kelas aves. Avian influenza mengglobal ke seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Asal-Mula-Wabah-Flu-Burung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-64" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Asal Mula Wabah Flu Burung" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Asal-Mula-Wabah-Flu-Burung.jpg" alt="" width="200" height="175" /></a>Penemuan avian influenza yang diberitakan oleh para peneliti sejak tahun 1980-an. Publikasi penemuan avian influenza masih terbilang terbatas dan tidak menarik perhatian publik. Publikasi ini berasal dari daratan negeri China. Hal ini yang memperkuat asal flu burung dari negeri tirai bambu. Saat itu flu burung hanya menyerang hewan kelas aves.</p>
<p>Avian influenza mengglobal ke seluruh dunia sejak terjadi mutasi virus ini. Mutasi virus ini menyerang manusia di Korea Selatan. Saat itulah otoritas kesehatan menyatakan terjadi wabah flu burung. Wabah flu burung yang memakan korban manusia terjadi di tahun 2003. <strong>Asal flu burung</strong> yang bersifat patogenik diyakini dari semenanjung Korea. Avian influenza patogenik ini menyebar dengan cepat di Asia Timur. Semenanjung Korea, daratan China, Vietnam, Jepang terjadi wabah flu burung patogenik.</p>
<p>Kejadian menarik di Indonesia mengenai kasus wabah flu burung. Peternak unggas di Indonesia masih beranggapan penyakit unggas hanya tetelo, cacingan, berak darah. Di pertengahan tahun 2003, kejadian unggas mati disebabkan oleh tetelo. Karena kejadian unggas mati terjadi berturut-turut hingga akhir tahun 2003, para peternak dan dinas peternak meyakini bukan penyakit tetelo semata.</p>
<p>Secara bersamaan di daratan China telah terjadi wabah flu burung. Kesimpulan unggas mati terserang H5N1 terbukti setelah dilakukan pengujian anti serrum oleh otoritas peternakan dan kesehatan hewan. Kejadian unggas mati tercatat pada mulanya di Tangerang. Sehingga asal flu burung di Indonesia dicatat dari Tangerang, Jawa Barat. H5N1 ini bersifat patogenik. Di tahun 2004 mulai memakan korban manusia. Otoritas kesehatan Indonesia menyatakan terjadi wabah flu burung.</p>
<p>Keunikan asal flu burung di Indonesia terjadi akibat kelalaian pemerintah berkuasa saat itu. Virus ini terbawa dari impor vaksin asal China. Keterlibatan perusahaan breeder unggas yang menyebarkan virus ini berperan sangat besar. Perusahaan breeder unggas mendatangkan indukan dari China. Ternyata indukan tersebut mengandung virus flu burung. Karena perusahaan tersebut tidak mau merugi, perusahaan mendatangkan vaksin dari China.</p>
<p>Celakanya, vaksin tersebut mengandung virus yang aktif. Vaksin tersebut diproduksi oleh perusahaan farmasi sekelas home industry. Vaksin tersebut sudah beredar luas di kalangan peternak besar. Wabah flu burung besar-besaran terjadi selama tahun 2003 sampai 2004. Akhirnya cara yang paling mudah pemberantasan virus mematikan ini dengan memusnahkan unggas yang positif terserang flu burung.</p>
<p><a title="vaksin influensa penangkal flu burung" href="http://fluburung.org/vaksin-influensa-penangkal-penyebaran-flu-burung.asp">Vaksin flu burung</a> hanya bisa dibuat dengan cara mengambil isolat asal virus flu burung. Kode genetik virus dipetakan dengan metode anigen cromatography. Hasil pemetaan ini unik dan khas yang disebut strain. Strain virus ini yang nantinya menjadi dasar pembuatan vaksin. Jadi setiap vaksin hanya efektif digunakan oleh peternak dimana strain virus flu burung itu berasal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/asal-mula-wabah-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Praktis Mencegah Penyebaran Virus Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/cara-praktis-mencegah-penyebaran-virus-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/cara-praktis-mencegah-penyebaran-virus-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 20:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurita Hardini Meita Sari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penanganan & Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[gejala flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[virus flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[virus influenza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit flu burung merupakan jenis influenza yang disebabkan oleh virus H5N1. Flu burung tidak hanya mengancam hewan unggas tetapi juga jiwa manusia. Penyakit ini dapat memicu penyakit saluran pernapasan akut yang dapat mengakibatkan kematian pada manusia. Sedangkan gejala flu burung sangat mirip dengan flu pada biasanya, seperti batuk, demam, sakit kepala, nyeri otot, serta nyeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Mencegah-penyebaran-virus-flu-burung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-62" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Mencegah penyebaran virus flu burung" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Mencegah-penyebaran-virus-flu-burung.jpg" alt="" width="200" height="172" /></a>Penyakit flu burung merupakan jenis influenza yang disebabkan oleh virus H5N1. Flu burung tidak hanya mengancam hewan unggas tetapi juga jiwa manusia. Penyakit ini dapat memicu penyakit saluran pernapasan akut yang dapat mengakibatkan kematian pada manusia.</p>
<p>Sedangkan <a title="gejala pada manusia" href="http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp">gejala flu burung</a> sangat mirip dengan flu pada biasanya, seperti batuk, demam, sakit kepala, nyeri otot, serta nyeri dada. Kemiripan antara gejala flu burung dengan flu biasa, sering menyebabkan kesalahan pada diagnosa awal, sehingga penderita terlambat memperoleh perawatan medis yang lebih intensif. Maka perlu dilakukan beberapa tindakan untuk menghindari kondisi penyakit yang lebih buruk atau penyebaran virus, sehingga dapat <strong>mencegah penyakit flu burung</strong>.</p>
<p>Berikut merupakan cara praktis mencegah penyebaran virus flu burung:</p>
<ol>
<li>Selalu jaga kondisi kesehatan tubuh Anda. Sebab virus influenza dapat bermutasi, sehingga mempercepat penyebaran virus. Ketika virus H5N1 bercampur dengan penyakit flu biasa, maka gabungan kedua virus influenza tersebut dapat mengakibatkan kondisi kesehatan semakin memburuk.</li>
<li>Hindari kontak langsung dengan unggas liar, atau unggas yang dipelihara seperti ayam, itik dan angsa. Jagalah kebersihan makanan dan kandang hewan unggas Anda. Jika diketahui terdapat unggas yang mati akibat terinfeksi penyakit flu burung maka segera bakar dan kubur unggas tersebut. Kemudian laporkan kejadian pada aparat pemerintahan setempat, agar diikuti tindak lanjut pencegahan penyakit flu burung dari pemerintah.</li>
<li>Hindari mengkonsumsi makanan hasil peternakan unggas seperti telor atau daging dalam keadaan setengah matang. Sebab virus flu akan mati jika kita memasak dengan menggunakan suhu 80°C ke atas. Lebih baik tidak membeli makanan di rumah makan atau restoran cepat saji, sebab Anda tidak mengetahui proses pengolahan makanan tersebut secara pasti.</li>
<li>Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun selama 20 detik. Jika Anda batuk-batuk atau bersin-bersin gunakan masker untuk menghindari penyebaran virus. Sebab batuk atau bersin bisa menyebarkan virus dari tetesan mikroskopis di udara. Jangan menggosok mata, menggigit kuku, dan mengorek hidung atau telinga.</li>
<li>Orang yang sedang melakukan perjalanan pada suatu tempat yang sedang mengalami pandemi flu burung, sebaiknya melakukan tindakan agresif untuk mencegah flu burung. Misalnya menghindari daerah yang terdapat banyak unggas seperti daerah pertenakan dan kebun binatang. Hindari tempat keramaian seperti mall, supermarket, kendaraan umum atau pasar. Selalu gunakan masker jika berinterakasi dengan orang lain.</li>
<li>Jangan pernah berbagi barang pribadi dengan orang lain, seperti pisau cukur, handuk, sikat gigi, tempat makanan, gunting kuku hingga sapu tangan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus flu dari orang lain.</li>
<li>Mencegah flu burung dapat dilakukan dengan vaksinasi, baik untuk unggas peliharaan dan manusia yang berada di sekitar unggas. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus H5N1.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/cara-praktis-mencegah-penyebaran-virus-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prosedur Perawatan Penderita Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/prosedur-perawatan-penderita-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/prosedur-perawatan-penderita-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 20:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leoni Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penanganan & Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[penderita flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Penderita flu burung memang perlu mendapat penanganan khusus. Hal ini karena penyakit flu burung tergolong serius dan bisa mewabah. Kenalilah gejala flu burung sejak dini supaya bisa segera ditangani. Terlambat mendiagnosa bisa berakibat fatal pada kematian. Gejala flu burung antara lain mengalami demam tinggi sekitar 38 derajat Celcius, sakit kepala, nyeri pada tenggorokan seperti terkena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Prosedur-Perawatan-Penderita-Flu-Burung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-58" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Prosedur Perawatan Penderita Flu Burung" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Prosedur-Perawatan-Penderita-Flu-Burung.jpg" alt="" width="200" height="186" /></a>Penderita flu burung</strong> memang perlu mendapat penanganan khusus. Hal ini karena penyakit flu burung tergolong serius dan bisa mewabah. Kenalilah gejala flu burung sejak dini supaya bisa segera ditangani. Terlambat mendiagnosa bisa berakibat fatal pada kematian.</p>
<p><a title="gejala pada manusia" href="http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp">Gejala flu burung</a> antara lain mengalami demam tinggi sekitar 38 derajat Celcius, sakit kepala, nyeri pada tenggorokan seperti terkena radang dan mengalami gejala penyakit flu seperti batuk, pilek, dan bersin. Jika penderita diketahui telah mengadakan kontak dengan unggas atau mengunjungi tempat yang mengalami kematian unggas maka kemungkinan besar terkena penyakit ini.</p>
<p>Hal pertama yang perlu dilakukan adalah segera membawa pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat. Dokter akan melakukan cek laboratorium untuk memastikan pasien positif mengidap flu burung. Jika terbukti, penderita flu burung akan diisolasi kurang lebih selama 7 hari untuk menghindari penularan. Waktu 7 hari merupakan waktu yang rentan bagi penderita. Pasien yang mengalami sesak nafas akan diberi oksigenasi. Selama masa perawatan, penderita akan diinfus dan diharuskan untuk minum banyak air guna mencegah terjadinya dehidrasi. Pasien juga akan mendapatkan obat flu.</p>
<p>Penderita flu burung harus mendapatkan istirahat dan tidur yang sangat cukup. Selain itu, mereka harus selalu menjaga kebersihan diri terutama dengan rajin mencuci tangan atau menggunakan desinfektan untuk mencegah penularan. Obat yang diminum penderita haruslah telah disetujui oleh dokter, jangan menyamakan dengan obat flu biasanya. Walaupun memang obat batuk dan demam bisa sedikit mengurangi gejala flu burung tapi bisa saja timbul efek samping. Oleh sebab itu, penderita harus sering melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk menurunkan demam dan obat anti virus.</p>
<p>Perawatan penderita flu burung juga diikuti dengan prosedur mendeteksi dan melacak kontak pasien dan pencegahan infeksi lebih lanjut. Kasus flu burung ditangani dengan berpedoman pada sistem rujukan penderita serta memeriksa laboratorium. Tidak semua rumah sakit bisa menangani kasus flu burung ini. Sejauh ini baru terdapat sekitar 40 rumah sakit di seluruh Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/prosedur-perawatan-penderita-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe-Tipe Virus Influenza</title>
		<link>http://fluburung.org/tipe-tipe-virus-influenza.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/tipe-tipe-virus-influenza.asp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 20:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rido Faldana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Varian dan Jenis Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[virus flu]]></category>
		<category><![CDATA[virus h5n1]]></category>
		<category><![CDATA[virus influenza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Influenza tampaknya menjadi penyakit yang umum di derita orang Indonesia. Bagaimana tidak, perubahan cuaca yang kadang tidak bisa dipredikasi di negeri ini salah satunya yang menjadikan daya tubuh menjadi menurun. Bahkan kejadian beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan banyak korban akibat flu burung membuat Kita harus lebih peduli terhadap kesehatan. Virus flu menyerang daya tahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Tipe-Virus-Influenza.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-56" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Tipe Virus Influenza" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Tipe-Virus-Influenza.jpg" alt="" width="200" height="178" /></a>Influenza tampaknya menjadi penyakit yang umum di derita orang Indonesia. Bagaimana tidak, perubahan cuaca yang kadang tidak bisa dipredikasi di negeri ini salah satunya yang menjadikan daya tubuh menjadi menurun. Bahkan kejadian beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan banyak korban akibat flu burung membuat Kita harus lebih peduli terhadap kesehatan.</p>
<p>Virus flu menyerang daya tahan tubuh Kita. Namun untuk kasus flu burung, tampaknya tidak cukup dengan hanya beristirahat untuk memulihkan dari virus H5N1 ini seperti halnya virus flu ringan, perlu tindakan medis yang lebih intensif untuk mengatasinya.</p>
<p>Nah untuk lebih mengetahui lebih banyak mengenai <strong>virus influenza</strong>, mari kita mengenal tipe-tipe dari virus flu ini.</p>
<ul>
<li>Virus influenza tipe A. Virus tipe ini bisa menginfeksi manusia dan hewan (babi, anjing laut, ikan paus kuda, unggas dan binatang lainnya). Virus tipe ini dikelompokkan lagi ke dalam sub tipe, berdasarkan dua jenis protein pada permukaannya, yang disebut dengan Hemaglutinin (HA) dan juga Neuroaminidase (NA). Untuk jenis Hemaglutinin (HA) terdapat 15 jenis sub tipe sementara untuk tipe Neuroaminidase (NA) terdapat 9 sub tipe serta terdapat juga beberapa kombinasi dari keduanya. Dari beberapa jenis virus dari tipe ini, yang biasanya menyerang manusia adalah H1N1, H1N2 dan H3N2. Beberapa jenis lainnya menyerang hewan seperti H7N7 dan H3N8. <a title="sub tipe dari avian influenza" href="http://fluburung.org/sub-tipe-dari-avian-influenza.asp">Sub tipe dari virus flu</a> tipe A ini dinamakan berdasarkan jenis protein HA dan NA nya. Contohnya: H1N2 merupakan virus influenza tipe A yang mempunyai jenis protein HA1 dan NA2. Hanya virus tipe A yang menyerang unggas. Beberapa strain virus tipe A ini menyebabkan unggas liar sakit parah bahkan mati mendadak. Namun kasus yang banyak terjadi virus tipe A ini justru menyerang unggas peliharaan. Virus H5NI atau virus avian adalah virus influenza tipe A yang mempunyai protein HA5 dan NA1. Begitu cepatnya penyebaran virus yang satu ini sehingga menyebabkan pandemik. Virus H5NI yang terdapat pada unggas menyebar melalui air liur unggas ketika Kita melakukan kontak dengan hewan yang sakit. Penyebarannya juga melalui sekreta unggas serta bisa juga melalui konsumsi produk unggas seperti daging maupun telur yang dimasak kurang sempurna. Virus influenza yang terdapat pada burung ini sangat cepat menyebar dan bisa menyebabkan kematian pada burung yang terjangkit. Tidak hanya mematikan pada burung, pada manusia yang terkena virus ini juga dapat menyebabkan kematian. Penyebaran virus tipe A ini bisa melalui kontak dengan hewan yang sakit atau dari lingkungan yang tercemar, konsumsi produk hewan bahkan dari manusia ke manusia yang sudah terjangkit virus H5N1. Pada tahun 2004 hingga sekarang flu burung ini cukup mendapatkan perhatian. Jika terkena virus tipe A ini maka wajib mengkonsumsi Tamiflu, menghindari bepergian ke luar rumah untuk beberapa saat serta selalu dipantau kesehatannya. Langkah tanggap terhadap penularan virus tipe A ini sangat diperlukan guna mencegah bertambahnya korban. Pada tipe ini gen virus bermutasi. Tidak hanya flu burung yang banyak mendapat perhatian di tanah air, berkembangnya kasus flu babi dan SARS di tanah air mengharuskan Kita meningkatkan kewaspadaan.</li>
<li>Virus influenza tipe B. Hampir sama dengan tipe A, virus influenza untuk tipe B ini juga banyak ditemukan pada manusia. Yang berbeda adalah pengklasifikasiannya tidak berdasarkan sub tipe. Virus tipe ini dapat menyebabkan epidemik, namun tidak perlu khawatir karena virus ini tidak menyebabkan pandemik. Virus tipe ini memiliki strain. Perubahan strain akan menggantikan strain yang lama. Karena itulah vaksin flu harus diperbarui setiap tahunnya demi mengikuti perubahan dari strain virus ini.</li>
<li>Virus Influenza tipe C. Pada virus influenza tipe C, dapat menyebabkan sakit ringan pada manusia namun tidak menyebabkan epidemik maupun pandemik. Virus ini tidak diklasifikasnn juga berdasarkan sub tipe seperti halnya virus influenza tipe B. Virus dengan tipe C ini banyak Kita alami.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/tipe-tipe-virus-influenza.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vaksin Influensa Penangkal Penyebaran Flu Burung</title>
		<link>http://fluburung.org/vaksin-influensa-penangkal-penyebaran-flu-burung.asp</link>
		<comments>http://fluburung.org/vaksin-influensa-penangkal-penyebaran-flu-burung.asp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 19:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aliyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan & Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[obat flu]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin influensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fluburung.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Wabah flu burung yang mulai terjadi pada tahun 2003 telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia dan berbagai pihak lain untuk berusaha menemukan vaksin penangkalnya. Berdasarkan laporan WHO, hingga pertengahan 13 Januari 2011 masih terjadi kasus flu burung di dunia, kali ini terjadi di Mesir. Ternyata wabah penyakit ini masih saja mengancam kesehatan manusia, meskipun telah ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Vaksin-influensa-penangkal-flu-burung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-52" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Vaksin influensa penangkal flu burung" src="http://fluburung.org/wp-content/uploads/2011/03/Vaksin-influensa-penangkal-flu-burung.jpg" alt="" width="200" height="183" /></a>Wabah flu burung yang mulai terjadi pada tahun 2003 telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia dan berbagai pihak lain untuk berusaha menemukan vaksin penangkalnya. Berdasarkan laporan WHO, hingga pertengahan 13 Januari 2011 masih terjadi kasus flu burung di dunia, kali ini terjadi di Mesir.</p>
<p>Ternyata wabah penyakit ini masih saja mengancam kesehatan manusia, meskipun telah ada langkah yang dilakukan oleh hampir semua negara di dunia untuk mengatasi dan mencegahnya. WHO telah merekomendasikan <strong>vaksin influensa</strong> untuk mencegah penularan flu burung, dan setiap tahunnya WHO melakukan dua kali evaluasi terhadap komposisi vaksin tersebut untuk menguji kemampuannya menangkal penyakit yang berbahaya dan mampu menimbulkan kematian ini. Selain itu karena obat flu yang telah ada selama ini tidak mampu mengatasinya.</p>
<p>Food and Drugs Administration of United States of America telah menyetujui penggunaan vaksin influensa H5N1 yang diproduksi oleh perusahaan Sanofi Pasteur pada 17 April 2007 berdasarkan uji klinis laboratorium. Penelitian ini memiliki visi utama untuk mendeteksi dan meminimalkan resiko dari vaksin wabah influensa, serta untuk memaksimalkan manfaatnya bagi kondisi wabah. Vaksin ini aktif untuk digunakan oleh orang dengan rentang usia 18-64 tahun.</p>
<p>Vaksin ini berupa suspensi yang harus diberikan dengan suntikan intramuskular, terutama pada bagian lengan atas orang dewasa. Setiap 1 ml vaksin ini, mengandung 90 mikrogram hemaglutinin virus influensa tipe A (berasal dari Vietnam) yang telah dilemahkan. Hemaglutinin adalah protein yang terdapat pada permukaan virus yang membuat virus dapat mengikatkan dirinya pada sel darah merah seseorang yang terinfeksi.</p>
<p>Meskipun tidak diketahui secara pasti kinerjanya terhadap tubuh manusia, tetapi vaksin ini mampu menginduksi antibodi seseorang terhadap hemaglutinin virus yang terdapat dalam vaksin, sehingga ketika kemudian virus flu burung masuk akan terhalangi atau tidak dapat mengikat dirinya pada sel epitel pernafasan orang tersebut. Studi yang dilakukan pada vaksin influensa ini menunjukkan bahwa 50% dari sejumlah orang yang mendapatkan vaksinasi memiliki ketahanan terhadap penyakit flu burung. Meskipun demikian, penggunaan vaksin ini menimbulkan efek samping seperti diare, Guillain-Barré Syndrome, dan reaksi alergi pasca vaksinasi.</p>
<p>Di sisi lain keberhasilan vaksin juga ditunjukan oleh hasil riset di Hunggaria dan Inggris. Penelitian dilakukan terhadap sejumlah orang dewasa sehat dan juga beberapa orang yang berusia tua. Mereka mendapatkan 3,5 hingga 12 mg vaksin. Selama pengamatan terjadi rasa nyeri, demam, dan kelelahan pasca vaksinasi. Hasil akhirnya, vaksin influensa aman dan efektif digunakan untuk mencegah flu burung. Dan menyimpulkan bahwa vaksin influensa merupakan pendekatan yang paling efektif untuk meminimalkan penyebaran dan kematian akibat pandemi flu burung.</p>
<p>Fakta lain adalah bahwa dari sejumlah riset, vaksin influensa dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik serta bersifat immunogenic yaitu mampu mendorong tubuh seseorang untuk dapat menghasilkan respon imun yang aman. Dan pada 26 April 2007 di Jenewa, WHO merekomendasikan vaksin influensa sebagai cara global untuk mencegah penularan flu burung di banyak negara. Sementara di Indonesia pada tahun 2009 juga telah dikembangkan riset oleh Departemen Kesehatan untuk memproduksi vaksin flu burung.</p>
<p>Sementara itu, untuk mengatasi <a title="cara penularan flu burung" href="http://fluburung.org/cara-cara-penularan-flu-burung.asp">penularan flu burung</a> pada hewan vaksin influensa terbukti bekerja meskipun belum maksimal. Dari hasil penelitian di Universitas Pittsburg diperoleh hasil bahwa vaksin ini mampu mengisolasi virus yang masuk ke dalam saluran pernafasan hewan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang kompleks pada hewan terinfeksi dan terhindar dari kematian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fluburung.org/vaksin-influensa-penangkal-penyebaran-flu-burung.asp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->